Sekda Rohul Resmi Buka Loka Karya Pengembangan Strategi KPP Untuk Pencegahan Stunting

Sekda Rohul Resmi Buka Loka Karya Pengembangan Strategi KPP Untuk Pencegahan Stunting

Yayasan Cipta yang disponsori Tanoto Foundation adakan Loka Karya pengembangan strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) untuk Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kegiatan inti dibuka langsung Sekda Rokan Hulu H. Abdul Haris, S.Sos., M.Si di Aula Lantai Dua Hotel Sapadia Pasir Pengaraian Kab.Rokan Hulu, Selasa (6/4/2021).

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kadis Kesehatan dr. Bambang, Kadis KB Drs.Sariaman, Kadis Kominfo yang di wakilkan Sekretaris Kominfo Zulfikri, serta Kapus Puskesmas yang ada di Rokan Hulu.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Rohul H. Abdul Haris mengatakan sejauh ini di Negara Republik Indonesia, 1 dari 4 anak mengidap Stunting, begitu pula dengan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu.

"Oleh karena itu kita semua mencari solusi untuk melakukan pencegahan terhadap pertumbuhan stunting ini, Kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan salah satu upaya dalam mencegah percepatan syuting di Rohul," ujar Sekda.

Tujuan kegiatan ini membentuk strategi untuk merubah perilaku masyarakat agar bayi yang ada di Kabupaten Rokan Hulu ini terhindar dari Stunting dengan cara kampanye atau memberikan Komunikasi pendekatan langsung kepada masyarakat agar tidak takut dan mengetahui gejala-gejala adanya stunting.

Diakuinya sejak tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan stunting bagi bayi dan balita yang ada di Rohul.

Sekda berharap dengan adanya kegiatan ini maka secara bertahap jumlah stunting yang ada di Rokan Hulu semakin berkurang.

"Kita juga telah membentuk kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang salah satu tugasnya yakni memantau keluarga yang membutuhkan pemantauan khusus 1000 hari kelahiran pertama bayi serta memastikan akses dari rumah tangga yang rawan adanya stunting, agar mudah  mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan seperti fasilitas Kesehatan, dan fasilitas lain yang diperlukan oleh ibu dan anak," ungkapnya.

Selanjutnya selaku Advocacy Program Officer Yayasan Cipta, Rizki Andini saat di Konfirmasi mengatakan tujuan diadakannya agenda tersebut untuk menginisiasi pertemuan antara Yayasan Cipta dengan Pemkab Rohul terkhusus tim penurunan kekurangan Gizi kronis (Stunting) yang ada di Rokan Hulu.

"Nantinya audiensi akan menjelaskan bagaimana proses Pendampingan tim penurunan gizi kronis yakni stunting untuk menyusun dokumen strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP)," jelasnya.

Kiki juga menjelaskan Kabupaten Rokan Hulu menjadi Kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Riau pada beberapa tahun belakangan, namun pada 5 tahun terakhir telah mengalami penurunan hingga setengah dari angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu.

"Walaupun sudah menurun seperti itu, namun belum mencapai target Nasional tahun 2024, Sehingga diharapkan pada tahun 2024 stunting diangka 14 persen secara Nasional," jelasnya.

Sedangkan untuk Kabupaten Rokan Hulu sendiri angka stunting hingga tahun 2019 mencapai angka 24, 37 persen dan belum mencapai target Nasional.

"Kita bersyukur angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu mengalami penurunan sepanjang tahun 2013 hingga tahun 2018, hal ini disebabkan beberapa faktor, yakni peningkatan pendidikan orang tua, menurunnya tingkat kemiskinan, dan rumah tangga yang semakin membaik, serta adanya komitmen Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, dan aparat setempat untuk perubahan perilaku masyarakat di tingkat Desa," tutupnya.


Selamat Datang Diwebsite Resmi Kabupaten Rokan Hulu , Website ini Merupakan Bentuk dari Keterbukaan Informasi Kabupaten Rokan Hulu . Segala Informasi Yang ditayangkan merupakan informasi yang Valid. Jika Ada Permasalahan dalam Penayangan Silahkan Hubungi Pihak Pengelola Diskominfo Rokan Hulu