Upaya Pemulihan Ekonomi ditengah Pandemi, Gubri Minta Masyarakat Disiplin Terapkan AKB

Upaya Pemulihan Ekonomi ditengah Pandemi, Gubri Minta Masyarakat Disiplin Terapkan AKB

Dalam rangka upaya memberikan masukan bagi pemerintah untuk melakukan percepatan dan langkah-langkah untuk mengoptimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan guna mewujudkan masyarakat produktif dan Aman Covid-19 dan mensinergikan adaptasi kebiasaan baru di Provinsi Riau, Komandan Korem 031/Wirabima menggelar Web Seminar (Webinar).

Webinar dengan mengusung tema “Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Guna Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru di Provinsi Riau” juga diikuti dari Pemkab Rohul, diikuti Asisten 1 Setda Rohul M. Zaki SSTP M.Si dan Kadis Kominfo Rohul Drs. Yusmar, M.Si

Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si, Danrem 031/Wirabima Kolonel Inf M Syech Ismed SE MHan, Polda Riau, Karoops Polda Riau, Dinas Kesehatan Riau, Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yopi, Dandim dan Polres Kab/Kota se Riau.

Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima, Kolonel Inf M Syech Ismed SE MHan berharap melalui Webinar tersebut dapat memberikan masukan bagi Gugus Tugas dalam rangka menegakkan disiplin masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan dalam penanganan dan penanggulangan Pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan dilaksanakan Webinar ini sesuai kebijakan Pemerintah Pusat yang telah mengeluarkan kebijakan dalam penanganan wabah Covid-19 disinergikan dengan kebijakan Pemerintah Daerah guna pemulihan ekonomi nasional melalui Komite Kebijakan.

"Melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Satuan Tugas Pemulihan serta Transformasi Ekonomi Nasional secara cepat, tepat dan fokus secara terpadu dalam penerapan adaptasi perubahan pola hidup pada situasi tatanan hidup baru," ujarnya.

“Jajaran TNI di wilayah Riau yang tergabung dalam Komando Korem bersinergi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 atau Satgas di daerah Provinsi, Kota/Kabupaten beserta Polda Riau dan jajarannya, siap mendukung kebijakan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru yang siap diterapkan di wilayah Provinsi Riau,” tegasnya.

Danrem juga mengajak kepada seluruh peserta webinar, untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga memperoleh pemahaman bersama guna menghimbau masyarakat dalam upaya penegakan disiplin protokol kesehatan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing.

"Senantiasa diimplementasikan melalui upaya peningkatan pencegahan terhadap penularan Covid-19 serta memberikan saran dan masukan kepada pemerintah dalam mendukung proses percepatan mengatasi permasalahan akibat dampak Covid-19," katanya.

"Adapun tujuan dilaksanakannya Webinar ini yaitu, untuk memberikan pengetahuan akan kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya. Selain itu akan tersaring saran dan masukan yang menjadi rekomendasi dalam penanggulangan pandemi Covid-19," tegas.

Tambahnya, Optimalisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Guna Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru di Provinsi Riau merupakan upaya untuk memulihkan kembali perekonomian masyarakat. Tentunya yang mulai terpuruk sebagai dampak dari pandemi covid-19,

"Sehingga untuk bangkit kembali dari keterpurukan maka kita harus mengaktifkan kembali roda perekonomian mulai dari perdagangan, pariwisata, bisnis dan sebagainya," ujarnya.

"Dengan tertanamnya disiplin terhadap protokol kesehatan dalam diri masyarakat, Insyaa Allah kita siap bangkit dari keterpurukan dan perekonomian kita dapat segera membaik," harap Danrem.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar juga mengakui sesuai dengan arahan Presiden, bahwa penangan Covid-19 yang menjadi perhatian faktor kesehatan dan pemulihan perekonomian masyarakat harus melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Melihat kondisi saat ini apa yang ditugas memang tidak ada alasan lagi, saya beberapa waktu lalu sudah menyampaikan arahan Presiden, masing-masing daerah buat Perbub, untuk menegakkan aturan kebiasaan baru dengan melibatkan Satpol PP, Polisi dan TNI," kata Syamsuar.

"Harus dilaksanakan ini untuk memutus mata rantai Covid-19, kalau tidak kita tegak, nanti tidak akan terealisasi. Kita harus melakukan penindakan misalnya setiap orang yang tidak memakai masker ada sanksinya, jaga jarak, pengetatan keluar masuk orang 6 titik didaerah perbatasan," tambah Syamsuar.

Diakui Syamsur, beberapa daerah di Riau masih enggan menggunakan masker dan melaksanakan Protokol Kesehatan. Untuk mengoptimalisasi dan mewujukan produktif dan Aman Covid-19, masyarakat harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru di Provinsi Riau.

Sementara itu, Jubir Covid-19 Riau dr Indra Yovi Sp.P (K) memaparkan kebijakan dan strategi Provinsi Riau Pasca PSBB dengan tujuan untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan secara bertahap dan terkontrol. Provinsi Riau nantinya akan dipantau dan dikontrol per Kecamatan.

"Dalam masa pelonggaran PSBB beberapa hal juga wajib dipenuhi antara lain, Rumah Sakit yang telah ditunjuk sesuai SK Gubernur yang menjadi rujukan Covid-19, tetap harus mempertahankan jumlah/kapasitas atau ruang isolasi," kata dr Indra Yovi.

Kemudian lanjut Indra, Peningkatan kemampuan/kapasitas Laboratorium Biomol RSUD Arifin Achmad Pekanbaru 500-1000 sampel / hari dan ketersedian APD untuk petugas kesehatan.

"Ketersediaan masker, minimal masker kain untuk seluruh warga Riau. Pemprov tetap menjalankan kebijakan - PDP wajib dirawat, positif Covid-19 wajib dirawat, ODP kontak erat wajib dilakukan PCR - orang dengan rapid tes positif wajib dirawat menjadi PDP," pungkasnya.


Selamat Datang Diwebsite Resmi Kabupaten Rokan Hulu , Website ini Merupakan Bentuk dari Keterbukaan Informasi Kabupaten Rokan Hulu . Segala Informasi Yang ditayangkan merupakan informasi yang Valid. Jika Ada Permasalahan dalam Penayangan Silahkan Hubungi Pihak Pengelola Diskominfo Rokan Hulu