Awasi Kecurangan Money Politik di Hari Tenang, Bawaslu Rohul Turunkan 1.710 Satgas Anti Money Politik

Untuk mencegah terjadinya Praktek Money Politik di hari Tenang, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Bentuk Satgas  Anti money Politik. Tidak tanggung-tanggung dalam Satgas ini Bawaslu Rohul melibatkan 1.710 personel yang tersebar di 145 Desa/Kelurahan di 16 Kecamatan Di Rohul.

Satgas Anti Money politik ini, sudah resmi bekerja melakukan pemantauan, setelah terlebih dahulu melaksanakan Apel Siaga di Taman Kota Pasir Pengeraian, Minggu (14/4/2019).

Apel siaga Tersebut turut dihadiri  Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, SIK M.Si Sekdakab Rohul H. Abdul Haris, S.Sos M.Si, Ketua KPU Rohul, Serta Unsur Gakumdu.

Dalam apel tersebut, seluruh tim Satgas Anti money Politik, membacakan ikrar untuk menjalankan tugas dengan Profesional, berintegritas, Netral, serta bekerja berdasarkan aturan undang-undang.

Ketua Bawaslu Rohul Fajrul Islami Damsir menjelaskan, Satgas anti money politik ini melibatkan sebanyak 1.710 personel yang terdiri dari 1.515 Pengawas TPS , 145 orang Pengawas desa, 48 Panwascam dan 5 komisioner Bawaslu. Dalam menjalan tugas,  satgas anti money politik ini juga dilengkapi 6 kendaraan operasional yang digunakan untuk melakukan patroli.

"Dalam penanganan pelaku money politk bawaslu nantinya tetap mengacu kepada undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. diharapkan keberadaan satgas ini dapat mempersempit para pelaku money politik sehingga proses pemili dapat berjalan jujur bebas dan adil tanpa dipengaruhi uang," harapnya.

Sementara itu, Sekda Rohul H. Abdul haris. S.Sos M.Si,  mengapresiasi langkah dari Bawaslu Rohul yang membetuk satgas anti money politik ini.  menurutnya politik uang merupakan instrumen perusak sendi demokrasi yang harus di brantas.

"Politik uang merusak sendi demokrasi kita. Kita berharap kepada masyaraat betul betul berpikir bijak dalam melaksankaan pemilu ini. benar benar melakukan hak kita tanpa pengaruh dan dilandasi poltik uang sehingga pemilu ini menghasilkan pemilpin yang berintegritas," harap Sekda.

Sekda menjelaskan, masyarakat Rohul khususnya golongan menengah ke atas umumnya sudah cerdas dan tidak terpengaruh terhadap praktik curang money politik. Namun sebagian masyarakat Rohul yang berada di daerah sulit akses informasi praktik-praktik semacam ini masih subur.

"Praktek money politik ini harus mulai di hilangkan, sehingga kita berharap tidak lagi terjadi pada saat kontestasi pemilu," pungkasnya.