Bupati Intruksikan Dinas Terkait Awasi Sarden Bercacing

Guna menjaga kesehatan masyarakat, Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Sukiman, intruksikan dinas terkait baik Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) serta dinas terkait, lakukan pengawasan Sarden yang terindikasi bercacing.

Ditegaskan Bupati Rohul, H.Sukiman menyatakan, Senin (2/4/2018) kemarin, dinas terkait sudah lakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah swalayan di kota Pasir Pangaraian, dan petugas menemukan sarden berbagai merk yang diindikasi terdapat cacing.

“Sehingga saya mengintruksikan agar dinas terkait, lakukan pengawasan ‎dan sidak ke swalayan di 16 kecamatan se-Rohul, agar sarden yang mengandung cacing tidak dibolehkan lagi dijual di Rohul serta ditarik dan diamankan," himbau Bupati Sukiman, Rabu (4/4/2018).

Bupati berharap, dinas terkait juga harus mensosialisasikan serta memberikan himbauan ke para pengusaha swalayan, termasuk warung-warung untuk tidak lagi menjual sarden yang ada cacingnya.

Sukiman menghimbau, masyarakat harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan-makanan kaleng.Kemudian, agar memastikan dulu ke sterilannya sehingga masyarakat bisa aman mengkonsumsinya.

“Kini kita harus berhati-hati, apalagi sekarang serba instan. Kemudian pastikan dulu kandungan yang terdapat di dalam makanan makanan instan, termasuk sarden," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bagi masyarakat yang menemukan makanan-makanan yang terdapat hal-hal yang membahayakan kesehatan tubuh segera laporkan ke dinas terkait.

“Terpenting, masyarakat dan dinas terkait harus bekerjasama agar barang-barang yang berbahaya tidak dikonsumsi oleh masyarakat kita," terangnya.

Sebelumnya, ‎ Dinkes menemukan  Ratusan kaleng produk ikan kaleng atau sarden yang diduga mengandung cacing masih ditemukan beredar dan dijual di sejumlah mini market, toko kelontong, dan retail modern di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rohul.

Kepala Diskes Rohul, dr Bambang melalui  Seksi Farmasi Dinkes Rohul Rusdi Hidayat ‎mengakui, pihaknya saudah melakukan  inspeksi mendadak (Sidak) bersama petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rohul, Satpol PP Rohul, serta Satuan Petugas atau Satgas Pangan Polres Rohul, pada Senin (2/4/2018).

"Di sidak tersebut, puluhan personel gabungan satu persatu meneliti produk sarden berbagai ukuran, dijual di sejumlah mini market dan kedai kelontong di Kecamatan Rambah," katanya, Selasa (3/4/2018) kemarin.

Tambahnya, selain melakukan Sidak gabungan, pihaknya juga menyebarkan selebaran daftar 27 produk sarden dirilis BPPOM yang diindikasi mengandung cacing ke masyarakat.

Diakui Rusdi, di sidak beberapa lokasi, pihaknya memeriksa merk sarden dari 27 produk sarden yang dinyatakan BPPOM mengandung cacing.Ditemukan dalam beberapa produk sarden bercacing, sesuai rilis BPPOM mengandung cacing, seperti Fiesta, ABC, TLC dan Hoki.

"Juga kita sudah mengimbau dan beri selebaran daftar 27 merk sarden yang tidak boleh dikomsunsi karena mengandung cacing kepada masyarakat," terangnya.

Tim gabungan berikan tenggat waktu 2 minggu ke pedagang untuk mengembalikan produk sarden yang terdata mengandung cacing ke agen atau distributor.