Bupati Rokan Hulu Resmi Tutup Diklatsar Banser NU Ke XII

Bupati Rokan Hulu H. Sukiman menutup secara resmi kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke XII dan Fatser ke III tahun 2018,


Bupati Rokan Hulu H. Sukiman menutup secara resmi kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke XII dan Fatser ke III tahun 2018, Senin (5/3/2018). Kegiatan dipusatkan di pendopo Masjid Syuhada Center Ujung Batu itu ditutup dengan kegiatan tabligh akbar kebangsaan yang dibawakan oleh Dai Kondang Jakarta, Dr KH Syarif Rahmat RA SQ MA. Selain tabligh akbar kebangsaan, juga ada penampilan band religi papan atas, Debu.
 
Turut hadir pula, pembina GP Ansor Rohul, Indra Gunawan, pengurus GP Ansor Provinsi Riau, pengurus GP Ansor Rohul serta PAC yang tersebar di 16 kecamatan se Rohul. Serta, Kapolres Rohul, AKBP Yusuf Rahmanto SIK MH, sejumlah kepada Dinas, Badan dan Kantor OPD Kabupaten Rohul, Upika Ujung Batu, tokoh masyarakat, agama dan pemuda, dan ratusan jamaah muslimat serta muslimah NU.
 
Bupati Rokan Hulu, H Sukiman dalam arahannya berpesan kepada kader-kader Banser NU yang telah ikut pelatihan selama empat hari di sana. Agar selalu semangat mensiarkan Islam di tengah masyarakat.  Apalagi Rohul ini terdiri dari beragam suku, agama dan bahasa. Hendaknya kedepan, NU dapat mensiarkan Islam kepada masyatakat, sehingga Negeri Seribu Suluk ini bisa menjadi daerah yang agamis," pintanya.
 
Tak lupa pula, mantan Dandim Inhil itu mengingatkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Rohul, juga ikut berpartisifasi melaksanakan kegiatan keagamaan. Serta selalu menjaga keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat. Semua elemen memilkii tanggung jawab untuk menjaga kerukunan. Meski berbeda, tapi semua harus memiliki prinsif Bhinneka Tunggal Ika," pesan mantan Wabup Rohul itu.
 
Dalam pada itu, Pembina PBNU Rohul, KH Ahmad Syuhada juga berpesan kepada seluruh kader Banser NU agar bisa menjaga keutuhan negara dari pihak atau kelompok yang ingin merusak kedamaian bangsa.  Indonesia dan Nahlatul Ulama (NU) merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Jadi mari sama-sama kita perjuangkan kedamaian, kerukunan bangsa indonesia dari kelompok-kelompok yang ingin merusak Kebhinnekaan Indonesia," ajaknya.