Kajari Rohul Komit Terapkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu (Rohul) Freddy Daniel Simandjuntak SH M.Hum menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Tahun 2018. Rakerda Kejati Riau tercepat se Indonesia ini, dilaksanakan di Gedung Daerah Provinsi Riau Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (6/12/2018). 

Pada Rakerda Kejaksaan Tinggi Riau Tahun 2018 ini dihadiri oleh Kajati Riau Uung Abdul Syakur SH MH, Wakajati,  Para Asisten Kejati Riau,  Para Kajari se Riau, Para Koordinator Kejati Riau, Para Kasi eselon IV baik di Kejati Riau maupun Di Kejari Se-Riau. 

Pelaksanaan Rakerda Kejati Riau ini merupakan Rakernas ini di laksanakan di Grand Inna Beach Hotel Sanur Bali mulai tanggal 27-30 September 2018. Tentang penyampaian hasil Rakernas Kejaksaan RI yang sudah dilaksanakan di Bali 27-30 Nov yang lalu. Di buka oleh Jaksa Agung RI,  Wakil Jaksa Agung,  Para Jaksa Agung Muda & Kepala Badan Diklat.

Para Staff Ahli JA. Ketua beserta Komisioner Komisi Kejaksaan RI, Para Kejaksaan RI yang dikaryakan,  Para Pejabat Eaelon Ii di Lingkungan Kejaksaan Agung, Para Kejaksaan Tinggi se-Riau Indonesia, Para Asisten Kejaksaan Tinggi se Indonesia, dan para Pejabat Kejaksaan pada Perwakilan Negara RI di Bangkok,  Hongkong dan Riyadh.

Pada Rakerda itu, Kajati Riau Uung Abdul Syakur mengaku Kinerja Kejaksaan se-wilayah Riau pada tahun 2018 ini menunjukkan trend yang positif. Sejumlah capaian yang diraih Koprs Adhyaksa itu melebihi target yang telah ditetapkan.

Kajati di awal paparannya, menyinggung terkait capaian anggaran yang dialokasi untuk Korps Adhyaksa di Riau. Dikatakannya, dari total anggaran Rp32 miliar, telah terserap sebesar Rp29 miliar, dimana penanganan perkara pidana umum (Pidum) dan pidana khusus (Pidsus) paling banyak menyerap anggaran.

 "Sisanya, Insyaallah tahun ini bisa terserap,"

Sementara dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Kejaksaan awalnya menargetkan mampu meraih sebesar Rp3 miliar, Realisasinya Rp25 miliar lebih.

Lalu untuk kegiatan TP4D, Kajati mengaku pihaknya telah melakukan pengawalan terhadap 414 kegiatan pembangunan, dengan nilai Rp4 triliun lebih. "Paling banyak, dilakukan (oleh TP4D) Kejati Riau, karena kita mengawal proyek nasional juga, seperti jalan tol," sebut Kajati.

“Selain itu, pada Raker di Bali beberapa waktu lalu, pimpinan Kejaksaan untuk 2019, mulai diterapkan Zona Integritas dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk di Riau sudah saya sampaikan ke jajaran,” paparnya

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu Freddy Daniel Simandjuntak SH M.Hum kepada Rokanhulu.com, Kamis (6/12/2018) mengatakan mengikuti Rakerda Kejati Riau ini sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan kualitas mampu menampilkan diri menjadi aparatur penegak hukum yang memiliki konsisten.

Lanjut Freddy, Kejari Rohul tetap konsisten dan komitmen dalam melaksanakan instruksi pimpinan dalam membangun Zona Integritas dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kami dari Kejaksaan Negeri Rohul komitmen melaksanakan arahan pimpinan untuk menerapkan WBK dan WBBM. Sebagaimana yang disampaikan Pak Kajati tadi, bahwa kinerja Kejaksaan menunjukkan trend yang postif dan beberapa capaian yang telah diraih, salah satunya TP4D. Kejari Rohul juga telah berhasil dalam mengawal proyek strategis di Rohul, terbukti pada beberapa hari yang lalu Tim TP4D Rohul meraih penghargaan dari Pemkab Rohul," kata Freddy.