Komit Cegah Stunting , TP PKK Rohul Berikan Makanan Tambahan

Upaya penanggulangan kasus stunting 10 desa yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), kini sudah mendapatkan perhatian serius dan prioritas Pemkab Rohul.

Bukan hanya dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi, keseriusan Pemkab Rohul tangani kasus anak yang usianya berbadan kerdil (stunting), juga dilakukan upaya dan langkah serta terobosan dengan mensinergikan program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama Tim Penggerak PKK Rohul.

Itu ditegaskan Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati, Senin (19/11/2018), usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan sosialisasi pendidikan gizi dalam pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil (bumil) dan balita, di daerah locus stunting di Rohul.

“Dalam menanggulangi kekurangan gizi menahun bagi balita dan ibu bumil, karena kasus tersebut perlu penanganan berkesinambungan serta rencana aksi yang lebih terpadu sehingga dampaknya lebih konkrit (nyata) mulai pola makan, pola asuh, dan yang berkaitan dengan sanitasi untuk menangani permasalahan stunting tersebut,” tegas Peni Herawati.

Dirapat tersebut, hadir Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr Bambang Triono, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul Ir H Sri Hardono MM, Kabag Hukum Setda Rohul H Edi Suherman SH, 6 Camat dan 10 kades yang warganya mengalami stunting.

 Peni Herawati secara tegas menyatakan, TP PKK Rohul komit lakukan penurunan prevalensi Stunting menjadi salah satu program prioritas Pemkab Rohu terutama 10 desa di 6 Kecamatan yang masuk daerah stunting.

Dimana 10 desa yang masuk daerah stunting, yakni Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai, Desa Kepenuhan Hilir, Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan. Desa Marga Mulya, Rambah Samo, Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo, Desa Menaming, Suka Maju Kecamatan Rambah, Bangun Purba Barat Kecamatan Bangun Purba dan Desa Kepayang Kecamatan Kepenuhan Hulu.

‘’TP PKK Rohul akan melaksanakan sosialisasi pendidikan gizi sekaligus pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan balita, bagi 10 desa yang tersebar di 6 kecamatan di Rohul dalam menurunkan dan mengantisipasi kasus stunting,’’ jelasnya.

Ketua TP PKK Rohul juga menyatakan, rencana aksi terpadu TP PKK Rohul melakukan sosialisasi pendidikan gizi dan pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan Balita di 10 desa, direncanakan 27 November hingga akhir Desember 2018 mendatang. Namun pelaksanaan kegiatan akan menyesuaikan anggaran yang dikucurkan Kemenkes RI.

‘’Nantinya, pemberian makanan tambahan lokal bagi bumil dan balita untuk 8 kali. Sehingga setiap hari Selasa dan kamis, TP PKK berikan makanan tambahan lokal ke Bumil dan Balita di 10 desa yang dikategorikan stunting. Kemudian, kita didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Bidan desa,’’ jelasnya.

Peni Herawati berharap, melalui sosialisasi pendidikan gizi dan pemberian makanan tambahan lokal bagi Bumil dan balita nantinya merupakan kegiatan Stimulus dari Kementerian Kesehatan ke TP PKK Kabupaten Rohul, bisa tingkatkan gizi masyarakat, menekan dan menurunkan angka stunting.

Peni Herawati yang juga Ketua PMI Rohul berharap, agar kasus stunting tidak bedampak luas bagi tumbuh kembang anak dan bumil di Rohul. Karena generasi stunting, umumnya mengalami keterbelakangan mental serta pertumbuhan otaknya cenderung tidak baik.

Selain kondisinya tidak sesuai dengan pertumbuhan tubuh manusia dengan usia yang dikarenakan faktor kekurangan gizi sejak hamil sampai umur 2 tahun.

‘’Sehingga kita berharap, desa dapat mengalokasikan dana kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan gizi masyarakat seperti pemberian makanan tambahan lokal saat bumil dan balitas ke Posyandu,’’ harapnya.

Kemudian, kegiatan juga tidak sebatas pemberian makanan tambahan lokal kepada Bumil dan balita saja, namun agar bisa berkelanjutan dan berkesinambungan, maka setiap Puskesmas harus ada ditempatkan tenaga ahli gizi, untuk mensosialisasikan ke masyarakat, terkai makanan untuk anak agar terpenuhi gizinya.

“Bagi masyarakat yang belum memahami, meraka dapat ilmu pengetahuan tentang penyajian makanan yang memenuhi gizi untuk balita dan bumil,  agar ibu dan balitannya tumbuh sehat,” ucapnya.