Melalui Program JMS, Kejari Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pencabulan

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul), kini terus  menggalakkan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), bukan hanya bagi siswa SMA saja namun juga bagi siswa SMP juga jadi sasaran program JMS.

Diakui Kepala Kejari Rohul Freddy Daniel Simandjuntak SH, M.Hum melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Rohul Ade Maulana SH, program JMS akan tetap digalakkan. Itu bentuk upaya Kejaksaan dalam memberikan pengetahuan tentang hukum ke para pelajar.

Kegiatan JMS di SMP Negeri 3 Rambah, Rabu (12/9/2018) kemarin, Kasi Intelijen Kejari‎ Rohul Ade Maulana bersama Jaksa lainnya, melakukan sosialisasi tentang hukum ke pelajar di sekolah tersebut.

Kata Ade, selain sosialisasi bullying yang marak di kalangan pelajar, Kejari Rohul juga mensosialisasi bahaya Narkoba‎ dan pencabulan bagi generasi muda.

Sebut Ade, bahwa narkoba harus diwaspadai‎ oleh generasi muda, karena barang haram tersebut kini sudah mulai merambah kalangan pelajar, bahkan ada oknum pelajar yang terlibat dalam peredarannya.

"Maka jangan sesekali mencoba narkoba. Karena selain merusak kesehatan juga bisa merusak mental adik-adik nantinya," pesan Ade ke pelajar.

Kemudian, selain narkoba para siswi SMP Negeri 3 Rambah juga diingatkan agar selalu mewaspadai aksi pencabulan anak di bawah umur, apalagi bagi mereka yang baru kenal di media sosial (Medsos).

Di kegiatan itu, juga dihadiir Kepala SMP Negeri 3 Rambah Japris S.Pd dan para pendidik. Ade menyatakan, bahwa sebagian besar pelaku ‎pencabulan juga merupakan orang-orang terdekat atau orang yang mengenal korban.

Kasi Intelijen Kejari Rohul kembali mengingatkan, agar seluruh siswi tetap waspada selalu dengan kondisi sekeliling, sebab mereka rentan jadi korban pencabulan.

Usai kegiatan, Kepala SMP Negeri 3 Rambah,‎ Japris S.Pd, menyerahkan keping DVD berisi hasil karya pelajarnya kepada Kasi Intelijen Kejari Rohul.