Sukseskan Program Upsus Pajale, Kadis TPH Rohul Tanam Jagung Di Tambusai

mensukseskan program Nasional Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedele (Pajale) tingkat Kabupaten Rohul tahun 2018


Dalam rangka mensukseskan program Nasional Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung, Kedele (Pajale) tingkat Kabupaten Rohul tahun 2018, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Rohul Mubrizal SP MM melaksanakan penanam jagung Hibrida perdana di lahan Kelompok tani (Koptan) Berkah Tani, Desa Pasir Maju Kecamatan Tambusai, Kamis (12/4/2018).

Penanaman perdana benih jagung Hibrida seluas 20 hektar yang diprakarsai Dinas TPH Rohul itu, di ikuti Kades Suka Maju Indra Admaja, Babinsa Desa Suka Maju Serka Syafwardi dan Ketua Koptan Berkah Tani Miswoko Jiwono dan Kabid Tanaman Pangan Dinas TPH Rohul Zulfikar SP. Terlihat dalam acara tanam perdana Jagung Hibrida tersebut, Kadis TPH Rohul langsung mencoba Alat Tanam jagung yang dibantu dari Kementerian Pertanian yang diserahkan kepada Kopta Berkah tani sebanyak 1 (satu) unit.

Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal SP MMA, Kamis, (12/4/2018) menyebutkan, kegiatan pengembangan tanaman jagung Hibrida untuk Kabupaten Rohul tahun ini di targetkan oleh Kementerian Pertanian melalui Dirjen Tanaman Pangan seluas 16.500 hektar. Untuk tahap ini, lanjutnya, penanaman jagung Hibrida baru terealisasi seluas 2.500  hektar,  dan masih tersisa 14.000 Ha lagi, yang sampai saat ini belum ada lahan atau lokasinya.

Dia berharap, dengan adanya bantuan benih Jagung Hibrida dan pupuk, diminta kepada kelompok tani penerima, dapat mengelola tanaman jagungnya secara baik dan mengikuti anjuran dari petugas lapangan, baik dari Penyuluh Pertanian Lapangan maupun dari Pengamat Hama dan Penyakit. Sehingga diharapkan nantinya, produksi Jagung Hibrida bisa
maksimal. ‘’Kita menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Rohul bagi yang berminat untuk menanam jagung Hibrida, agar dapat menghubungi Petugas Penyuluh Pertanian dan Babinsa di daerahnya untuk mendapatkan bibit jagung Hibrida,’’ ujarnya

Mubrizal menjelaskan, penanaman benih jagung Hibrida bisa ditanam di area lahan tanaman perkebunan seperti diantara tanaman sawit atau karet yang Masih berumur 0 hingga 3 (tiga) tahun. ‘’Petani atau masyarakat yang berminat menanam jagung, mereka dibaantu oleh pemerintah daerah benih jagung, serta pupuk urea sebesar 50 Kilogram per hektar. Untuk tanaman jagung ini, diupayakan pada areal yang belum pernah ditanami jagung,’’ sebutnya.

Selain penanaman jagung, katanya, Kabupaten Rohul pada tahun ini juga mendapat target alokasi bantuan tanaman padi gogo seluas 19.000 Ha dan tanaman Kedele 10.500 Ha yang merupakan program upaya khusus jagung tersebut. ‘’Untuk penanaman jagung dan kedele, dimulai pada April- Mei mendatang. Sedangkan untuk penanaman padi gogo direncanakan pada Agustus mendatang,’’ jelasnya.

Diterangkan Mubrizal, bagi petani yang berminat untuk mengembangkan tanaman Pajale, pemerintah memberikan bantuan benih dan pupuk. Dimana untuk tanaman kedele dibantu Benih  dan pupuk. Sedangkan untuk tanaman padi gogo boleh memakai varietas lokal serta di bantu pupuk Urea 100 Kg per hektar.

‘’Kita menghimbau kepada masyarakat yang berminat untuk menanam dari ketiga komoditi (Pajale) tersebut, dapat menghubungi Petugas Penyuluh Pertanian maupun Babinsa di wilayah,’’ tambahnya.